Hadits Hari Ini

Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan
Pahala Memaafkan





Pahala Memaafkan



Di antara pereda amarah yang lain adalah mengingat pahala memaafkan serta ganjaran bagi yang mau memberikan ampunan. Dengan begitu, ia mampu mengalahkan amarahnya lantaran mengharap pahala tadi serta takut terhadap celaan dan hukuman yang bisa diterima. Rasulullah saw. bersabda, "Pada hari kiamat ada yang menyeru, 'Siapa yang memiliki pahala di sisi Allah, hendaknya berdiri.' Maka, orang-orang yang dahulu memaafkan manusia manusia berdiri.' Setelah itu ia membaca ayat, 'Siapa yang memaafkan dan memperbaiki, pahalanya ada pada Allah.'" (QS.Asy-Syuura:40)

Terkait dengan tawanan Ibnu al-Asy'asts, Raja bin Haywah berkata kepada Abdul Malik bin Marwan, "Allah telah memberimu kemenangan yang kau inginkan. Maka, berikan kepada Allah maaf yang dia sukai." Rasulullah saw. bersabda, 
"Kebaikan terwujud dalam tiga hal. Siapa yang memilikinya maka imannya sempurna: (1) orang yang apabila ridha, sikap ridha nya tersebut tidak mengantarkannya pada yang batil; (2) yang apabila marah, maka marah tersebut tidak mengeluarkannya dari kebenaran; (3) yang apabila kuasa ia tetap memberikan maaf.". (HR.Abu Dawud)

Seseorang mengungkap sebuah perkataan kepada Umar bin Abdul Aziz. Mendengar hal itu Umar berujar, "Engkau ingin setan memprovokasi diriku untuk meraih mulianya kekuasaan lalu aku mendapatkan darimu sekarang sesuatu yang akan kaudapat esok. Pergilah semoga Allah merahmatimu."



























Referensi : 
Laa Taghdhab JANGAN MARAH | Dr. Aidh al-Qarni
Indahnya Menyebarkan Salam





Indahnya Menyebarkan Salam


Bagian dari perkara yang akan menumbuhkan rasa cinta dan kasih antara sesama adalah menyebarkan salam (kedamaian) dan mewujudkannya. Karena itulah ada beberapa hadits Rasulullah saw. yang menganjurkannya dan menjelaskan dampak positif dan keutamaannya:

Barra bin Azib r.a berkata, "Rasulullah saw memerintahkan kita akan tujuh perkara: (1) menjenguk orang sakit, (2) mengiringi jenazah, (3) mendoakan orang yang bersin, (4) menolong orang yang lemah, (5) membantu orang yang teraniaya, (6) menyebarkan salam , (7) melaksanakan sumpah dengan baik." (HR.Bukhari & Muslim)


Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Kalian tidak akan masuk surga, kecuali dengan beriman. Kalian tidak akan beriman kecuali saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukan kepada sesuatu yang jika kalian lakukan, maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam diantara kalian!" (HR.Muslim)

Dalam riwayat Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad,
dari Anas r.a, Rasulullah bersabda, "Salam adalah termasuk salah satu dari nama-nama Allah yang diletakkan di dunia. Sebarkanlah salam diantara kalian!"

Dari Abdullah bin Amr r.a, "Seorang pemuda bertanya kepada Rasulullah saw, 'Apa yang terbaik dalam Islam?' Rasulullah menjawab, 'Memberi makan (orang miskin) dan mengucapkan salam kepada yang engkau kenal atau yang tidak engkau kenal.'" (HR.Bukhari & Muslim)


Rasulullah menjelaskan bahwa diantara hak muslim atas saudaranya ialah mengucapkan salam. Dari Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, "Hak seorang muslim atas orang muslim ada enam." Ditanyakan, "Apa saja ya Rasulullah?" Rasulullah bersabda, "(1) Jika engkau bertemu dengannya maka ucapkanlah salam. (2)Jika ia mengundangmu, maka datanglah. (3)Jika dia meminta nasehatmu, berilah nasehat. (4) Jika dia bersin dan mengucapkan Alhamdulillah, doakanlah. (5) Jika dia sakit, jenguklah. (6) Jika dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (HR.Muslim)

Dari Abu Said al-Khudri r.a Nabi saw bersabda, "Hindarilah duduk di jalan-jalan!" Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana jika tidak ada tempat duduk yang lain untuk berbincang-bincang?" Lalu Rasulullah saw bersabda, "Jika kalian enggan memberikan tempat itu, maka berikan hak jalan itu!" Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apa hak jalan ini?" Rasulullah saw menjawab, "Menjaga pandangan, tidak mengganggu, membalas salam, menyuruh kepada kebaikan dan melarang kemungkaran." (HR.Bukhari & Muslim)

Manusia yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang memulai memberi salam, sebagaimana sabda Rasulullah saw. Rasulullah saw memberi salam kepada anak-anak kecil, seperti disebutkan dalam ash-Shahihain dari Anas ra. Beliau juga memberi salam kepada para wanita, sebagaimana disebutkan dalam Sunan Tirmidzi dan al-Adab al-Mufrad milik Bukhari dengan sanad hasan dari Asma binti Yazid ra.,
"Rasulullah saw melewati ku, dan aku disamping teman-teman sebayaku, lalu beliau memberi salam kepada kami." Begitu juga jika dalam suatu perkumpulan terdapat muslimin, musyrikin, penyembah patung dan Yahudi. Nabi saw mengucapkan salam kepada perkumpulan seperti itu. (HR.Bukhari & Muslim)

Berapa banyak kejahatan yang gagal dengan adanya kalimat, as-salamu'alaikum! Berapa banyak kebaikan yang diperoleh dengan kalimat, as-salamu'alaikum! Berapa banyak hubungan persaudaraan terjalin dengan kalimat as-salamu'alaikum!

Dan sebaliknya, berapa banyak kesulitan, bencana, kesengsaraan, terputusnya tali persaudaraan, ketidakpedulian dan permusuhan, disebabkan meninggalkan ucapan, assalamu'alaikum!
Sebarkan dan perbanyak salam. Ucapkan salam kepada yang muda, tua, kaya, miskin, laki-laki, perempuan (kecuali jika dikhawatirkan adanya fitnah dalam mengucapkan salam kepada seorang gadis). Sampaikan salam baik pada yang anda kenal maupun tidak, bahkan kepada orang yang sudah meninggal sekalipun.


























Referensi: 

Fikih Akhlak : Fiqh al-Akhlaq wa al-Mu'amalat baina al-Mu'minin, Syaikh Musthafa al-'Adawy, Jakarta: Qisthi Press, cet. 1, 2005 M.
Segala sesuatu punya Hak





Segala sesuatu punya Hak





Tubuh punya hak, tamu punya hak, istri punya hak, mata punya hak atas anda. Berikut ini hadist yang berbicara tentang hal itu: Dari Abdullah ibn Amru ibn al-Ash r.a., "Aku berpuasa setiap hari dan membaca Al-Qur'an setiap malam. Berita tentang apa yang aku lakukan itu sampai kepada Rasulullah. Beliau berkata kepadaku, 'Aku mendengar bahwa engkau puasa setiap hati dan membaca Al-Qur'an setiap malam?' Aku menjawab, 'Benar, wahai Nabi Allah. Dan aku, dengan melakukan itu semua, hanya mengharap kebaikan.' Beliau berkata, 'Sebenarnya cukup bagimu puasa tiga hari dalam setiap bulan.' Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, aku mampu melakukan yang lebih baik dari itu.' Beliau berkata, 'Sesungguhnya istrimu punya hak, tamu-tamumu punya hak dan tubuhmu punya hak. Puasalah seperti puasanya Nabi Daud. Dia adalah hamba yang sangat rajin beribadah. 'Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana puasa Daud itu?' Beliau menjawab, 'Daud berpuasa satu hari dan tidak puasa satu hari. Bacalah (dengan mengkhatamkan Al-Qur'an satu bulan sekali. 'Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, Aku mampu melakukan lebih dari itu.' Beliau berkata, 'Bacalah dua puluh hari sekali.' Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, aku mampu melakukan yang lebih baik dari itu.' beliau berkata, 'Bacalah setiap tujuh hari sekali dan jangan tambah lagi. Sesungguhnya istrimu punya hak atas engkau dan tubuhmu punya hak atas engkau.' Aku tetap mendesak untuk berbuat lebih , namun aku ditekan. Beliau berkata kepadaku, ' Sesungguhnya engkau tidak tahu, bisa jadi umurmu akan panjang (dan engkau menjadi tua).' Kemudian aku melaksanakan petunjuk Nabi kepadaku. Ketika aku sudah tua dan lemah, aku merasa beruntung menerima kemurahan (rukhshah) Nabi Allah." (HR.Bukhari & Muslim)


Jangan sia-siakan semua waktumu untuk tamu-tamu, hingga anda lupa mensucikan diri, ibadah kepada Allah dan hak istrimu. Perbuatan seperti itu akan berpengaruh negatif bagi dirimu yang menyebabkan Anda menjadi orang yang berakhlak buruk. Perbuatan itu juga akan menciptakan konflik dengan istrimu dan menyebabkan kerasnya hati karena tidak pernah mendapatkan siraman rohani.


Jangan terlalu berlebihan dalam mencintai istri, karena akan membuat ibadahmu terbengkalai. Berapa banyak orang yang tergoda oleh istrinya hingga tidak sempat menghadiri jamaah dan majelis-majelis ilmu dan dzikir. Sebaliknya, berapa banyak istri yang lupa akan kitab Allah dan lupa akan shalat akibat suaminya.


Banyak pula orang yang menjadi bakhil akan harta karena lebih mementingkan diri sendiri dan anak-anaknya (padahal dia adalah orang yang berlebihan). Lucunya, banyak pula orang yang begitu rajin dalam ibadah dan menghadiri majelis-majelis ilmu dan dzikir, tapi dia hampir tidak bisa mengambil manfaat dari kegiatannya itu (ini terjadi karena tidak adanya perenungan dan penghayatan tentang apa yang mereka lakukan). Bahkan, akibat sikap berlebihan ini, mereka sering terjebak kepada rusaknya hubungan rumah tangga. Mereka cenderung mengabaikan hak-hak orang lain yang ada disekitar mereka dan terjadi konflik dengan mereka.


Bersikap moderat (tidak lebih dan tidak kurang) adalah tuntunan agama. Segala sesuatu memiliki hak: istri memiliki hak, tamu memiliki hak, jiwa memiliki hak dan Tuhanmu memiliki hak atas engkau. Oleh karena itu, tunaikanlah hak masing-masing.
Sebagaimana anda mendapatkan pahala dengan melaksanakan shalat, anda juga mendapatkan pahala dengan menghormati tamu dan mendapatkan pahala dengan menggauli istrimu. Disabdakan oleh Rasulullah SAW.: "Dalam (menggunakan) kemaluan salah seorang dari kalian (dengan sah) terdapat sedekah."
Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, apakah seseorang yang menyalurkan syahwatnya (dengan sah) mendapatkan pahala?" Beliau menjawab, "Bukankah kalian tahu, jika seseorang menyalurkan syahwatnya di jalan yang tidak benar, dia akan mendapatkan dosa? maka dari itu, jika dia menyalurkan syahwatnya di tempat yang halal (dengan istrinya), maka dia mendapatkan pahala." (HR.Muslim)
Berapa banyak konflik terjadi antar suami istri yang berujung pisah ranjang dan keengganan istri berdandan untuk suami nya. Hati-hatilah wahai hamba Allah!.


























Referensi : Fiqh al-Akhlaq wa al-Mu'amalat baina al-Mu'minin, Syaikh Musthafa al-'Adawy, Jakarta: Qisthi Press, cet. 1, 2005 M.
Sedih Dan Marah





Sedih Dan Marah


Perbedaan antara sedih dan marah adalah bahwa jika manusia bersedih, sedih tersebut hanya dirasakan olehnya. Pengaruhnya pun hanya tampak pada dirinya. Akan tetapi, jika marah, hal itu akan membakar dirinya dan orang lain. Tidak pernah terdengar ada orang yang bersedih lalu menceraikan istrinya, bersedih lalu membunuh, bersedih lalu memukul orang, bersedih lalu memenjarakan orang, atau bersedih lalu melukai. Kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit; tidak signifikan. Akan tetapi ketika membaca buku sejarah kudapati bahwa orang yang membunuh melakukan tersebut karena marah, memenjarakan orang karena marah, memukul karena marah, serta menjauhi orang karena marah. Jadi, pengaruh marah sangat merusak. Perasaan sedih muncul sebagai akibat dari marah dan termasuk dampak darinya. Namun, marah ibarat letupan gunung berapi dan gemuruh halilintar. Karena itu, mereka menyebutnya dengan letupan amarah.

Saat menyebutkan musuh-musuh-Nya, Allah berkata, "...Allah marah atas mereka."(QS.Al-Fath:6) . Allah menyiksa mereka lantaran marah. Ya, Allah marah tetapi tidak sedih. Sebab, sedih adalah sifat negatif yang tidak layak disandang oleh-Nya. Sementara marah adalah sifat kuat dan gagah. Dia marah sesuai dengan keagungan-Nya. Karena itu, saat membinasakan sejumlah kaum yang menyimpang dari tuntunan Allah, Dia berfirman, "Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu Kami tenggelamkan mereka semuanya (dilaut)." (QS.Az-Zukhruuf:55) 

Mereka telah membuat Allah marah. Allah pun marah kepada mereka dan membinasakan mereka.
Jika kita ingin membangun diri kita dengan pengetahuan, sikap bijak dan sabar, serta menikmati sejumlah kebaikan yang Allah berikan kepada kita, hendaknya kita tidak marah. Sebab, makanan yang enak, minuman yang segar, pakaian yang bagus, dan tempat tinggal yang lapang, semuanya bisa keruh oleh amarah.



























Referensi : Laa Taghdhab JANGAN MARAH | Dr. Aidh al-Qarni
Sumber Gambar Asli : magdeleine.co
Biasakan Berpikir Positif




Biasakan Berpikir Positif


Berpikir positif merupakan kunci keharmonisan hidup, sedangkan berpikir negatif merupakan 'virus sosial' yang memecah belah umat. Kita bisa bayangkan jika orang yang tinggal dalam satu rumah saling mencurigai. Kondisi rumah itu tidak akan nyaman. Para penghuninya gelisah, karena selalu merasa ada orang yang akan berbuat jahat kepadanya.

Apa yang ada dibenak anda, jika ketika anda sakit dan dirawat dirumah sakit, saudara anda yang menjenguk membawa jeruk yang asam atau busuk? Apakah anda berpikir bahwa orang itu menghina anda, ataukah sebaliknya, anda berpikir bahwa itu pemberian terbaik darinya? Jika anda berpikir bahwa ia sebenarnya ingin memberikan yang terbaik bagi anda, hanya saja ia mungkin hanya mampu memberikan itu, maka anda telah berpikir positif dengan menghargai apa yang ia bisa lakukan.
Allah mengingatkan kita untuk menjauhi prasangka buruk, karena sesungguhnya prasangka buruk adalah bagian dari dosa. Kita juga tidak boleh mengorek kesalahan orang lain, apalagi menggunjingkannya.

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS.Al-Hujuraat:12)

Allah Subhanahu wa Ta'ala mengharuskan adanya empat orang saksi untuk membuktikan apakah seseorang itu melakukan zina atau tidak. Jika tidak terbukti maka orang yang menuduh mendapatkan hukuman dera. Ini karena Allah ingin mengajarkan kepada kita agar selalu berpikir positif terhadap saudara-saudara kita. Akan tetapi, bukan berarti kita tidak boleh lengah terhadap orang-orang yang ingin berbuat jahat kepada kita.


























Referensi : 
Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari, Dicintai Allah Dirindukan Rasulullah, Jakarta: Qultum Media, cet. 1, 2013 M
Etika Berbicara dengan Wanita

Etika Berbicara dengan Wanita


Berbicara dengan wanita selayaknya dilakukan dalam kondisi mendesak; kondisi dimana kita dengan terpaksa harus berbicara dengan mereka, bukan dalam kondisi normal. Mereka adalah ujian dan kelembutan ucapanya sering kali membangkitkan hasrat lelaki yang didalam hatinya terdapat penyakit.

Rasulullah Shallalahu 'alaih wa Sallam bersabda,
"Setelah aku nanti, ujian yang paling berat bagi laki-laki adalah wanita." (HR. Bukhari & Muslim)

Rasulullah Shallalahu 'alaih wa Sallam bersabda,
"Hati-hatilah terhadap wanita. Ujian pertama yang ada di kalangan Bani Israel adalah wanita." (HR. Muslim)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik." (QS. Al-Ahzab:32)

Sering berbicara dengan kaum wanita dan kecenderungan mereka memanjakan ucapannya merupakan sumber ujian besar. Yang dimaksud bahwa wanita tidak boleh memanjakan ucapannya bukan berarti mereka harus berkata-kata dengan keras dan kasar. Yang diharapkan adalah bersikap apa adanya dalam berbicara tanpa memanjakan suara.

Bukankah Rasulullah Shallalahu 'alaih wa Sallam telah bersabda, "Barang siapa menemukan kejanggalan dalam shalat (jamaah), maka bertasbihlah (untuk mengingatkan). Sedangkan wanita mengingatkan dengan menepuk tangan." (HR. Bukhari & Muslim)

Jadi jika seseorang wanita menemukan kejanggalan di dalam shalat (jamaah) untuk mengingatkan kejanggalan itu dia disyariatkan menepuk tangan, bukan dengan ucapan (tasbih). Karena ucapan wanita bisa mengganggu laki-laki yang sedang shalat.

Jika ada kondisi dimana seorang laki-laki harus berbicara dengan wanita, maka lakukanlah sesuai kebutuhan dan harus menghindari keterlenaan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai kerusakan.

Disyariatkan untuk mengucapkan salam kepada wanita, selama tidak dikhawatirkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Tentunya tanpa berjabat tangan, sebagaimana telah kita ketahui. Ummu Hani pernah datang kepada Rasulullah Shallalahu 'alaih wa Sallam dan beliau berkata kepadanya, "Selamat datang, wahai Ummu Hani." (HR. Bukhari & Muslim)

Asma binti Amis pernah datang kepada Umar bin Khaththab dan terjadi perbincangan serius antara mereka berdua tentang beberapa persoalan. (HR. Bukhari & Muslim)

Allah berfirman, "Jika kalian meminta suatu barang pada mereka (wanita), maka mintalah dari belakang tabir. Yang demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka." (QS. Al-Ahzab:53)

Pertanyaan wanita kepada laki-laki tentang persoalan agama adalah dianjurkan. Ayat-ayat dan hadits -hadits yang mendukung anjuran ini sangat banyak sekali.

Dari Ummu Salamah r.a., "Ummu Sulaim berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak pernah malu dengan kebenaran. Apakah wanita wajib mandi jika dia mimpi basah?' Beliau menjawab, 'Ya, jika dia melihat air (dari kemaluannya setelah terjaga)'." (HR. Bukhari & Muslim)

Hindun binti Utbah pernah juga  bertanya kepada Rasulullah, " Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sufyan itu pelit. Dia tidak memberikan nafkah yang cukup buat aku dan anakku, maka aku mengambil sesuatu darinya tanpa sepengetahuan dia." Beliau berkata , "Ambillah apa yang cukup buat engkau dan anakmu dengan cara yang baik (tidak berlebihan)." (HR. Bukhari & Muslim)





















Referensi :
Fiqh al-Akhlaq wa al-Mu'amalat baina al-Mu'minin, Syaikh Musthafa al-'Adawy, Jakarta: Qisthi Press, cet. 1, 2005 M.
Mana yang lebih utama antara Uzlah dan Bergaul.?





Mana yang lebih utama antara Uzlah dan Bergaul.?



Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, "Adapun ucapan si penanya, "Manakah yang lebih utama bagi orang yang berjalan di jalan Allah antara uzlah atau bergaul dengan manusia?"."
Masalah ini ulama berselisih pendapat di dalamnya. Maka hakekat perkara ini (tentang bergaul dengan manusia) terkadang diperintahkan untuk bergaul dengan manusia dan terkadang diperintahkan untuk mengisolir diri dari mereka. Kesimpulannya bahwa bergaul dengan manusia apabila terdapat di dalamnya kerjasama dalam kebaikan dan taqwa maka hal itu diperintahkan, dan apabila terdapat didalamnya kerjasama dalam dosa dan permusuhan maka hal itu dilarang, maka bergaul dengan kaum muslimin dalam peribadatan seperti shalat berjamaah yang lima waktu, shalat Jumat, shalat Idul Fitri dan Idul Adha, shalat kusuf, shalat istisqa, dan lain sebagainya, hal itu merupakan amalan-amalan yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Begitu pula dengan bergaul dengan kaum muslimin dalam ibadah haji, dan dalam memerangi orang-orang kafir dan kaum Khawarij yang telah keluar dari rel Islam bersama penguasa dan kaum muslimin lainnya, meskipun mereka adalah orang-orang yang fajir (banyak melakukan dosa), begitu pula pertemuan-pertemuan dengan manusia yang dapat menambah iman, baik ia mengambil manfaat dari orang lain ataupun ia memberi manfaat kepadanya dan yang semisalnya.
Dan haruslah seorang hamba memiliki waktu-waktu khusus untuk menyendiri yang ia gunakan untuk berdoa, berdzikir, mengerjakan shalat-shalat sunnah, tafakkur (merenung), mengintrospeksi diri, memperbaiki hatinya, dan hal-hal khusus lainnya yang tidak menyertakan orang lain, perkara-perkara tadi dibutuhkan dengan cara menyendiri, bisa dilakukan dirumahnya sebagaimana ucapan Thawus: "Sebaik-baik tempat peribadatan seseorang adalah rumahnya, ia bisa menahan mata dan lisannya", atau ia bisa pula dilakukan di selain rumahnya.
Memilih bergaul dengan manusia (lebih utama dari beruzlah) secara mutlak maka hal itu salah, dan memilih menyendiri (lebih utama dari bergaul) secara mutlak maka hal itu salah juga. Adapun kadar yang dibutuhkan oleh setiap manusia berupa uzlah dan bergaul, dan apa yang lebih tepat bagi dia dalam setiap keadaan, maka hal tersebut membutuhkan penelitian yang lebih khusus sebagaimana telah disebutkan sebelum ini." (Majmu' Fatawa, juz 10 hal.425-426)






















Referensi :
Fariq Gasim Anuz, Tepat Memberi Nasehat: Tata cara dan adab saling menasehati, Jakarta: Daun Publishing, cet. 1, 1434 H / 2013 M
jangan ciptakan keraguan pada orang lain





Jangan Ciptakan Keraguan pada Orang Lain


Agama kita yang lurus (hanif) mengajarkan agar kita tidak menanamkan keraguan di hati kaum muslimin, agar mereka selalu syak dan curiga. Dalam banyak hal kita diperintahkan untuk itu:


*Dalam Berbisik-bisik:
Nabi bersabda, "Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang berbisik-bisik tanpa yang ketiga, sampai kalian berbaur dengan orang banyak. Yang demikian itu agar tidak membuatnya sedih." (HR.Bukhari & Muslim)
Ini adalah akhlak Nabi yang beliau ajarkan kepada umatnya. Jika dua orang berbisik tanpa orang yang ketiga, setan akan merasuki orang ketiga dengan mengatakan kepadanya, "Jangan-jangan mereka berdua berniat mencelakakanmu dengan ini dan itu."
Hukum ini juga berlaku bagi empat orang; tiga orang tidak boleh berbisik-bisik dengan meninggalkannya satu orang. Begitu juga dengan meninggalkan satu orang. Begitu juga dengan lima orang, empat orang tidak boleh berbisik-bisik meninggalkan satu orang... Intinya, semua yang akan menyebabkan kesedihan seorang muslim, harus dihindari dan dijauhkan.

Jika terdapat beberapa orang: empat orang, lima orang atau lebih dari itu, maka diperbolehkan dua orang di antara mereka berbisik-bisik tanpa yang lain. Dalam kondisi seperti ini, kemungkinan menyinggung perasaan orang lain sangat tipis, atau bahkan tidak ada. Ada beberapa dalil yang menunjukan kebolehannya;

Dari Ibnu Mas'ud r.a, "Pada suatu hari Nabi membagikan harta hasil rampasan perang. Ketika itu ada seorang dari kaum Anshar berkata, 'Pembagian ini tidak karena Allah.' Mendengar ucapannya itu, aku berkata , 'Demi Allah, aku akan melaporkannya kepada Nabi.' Aku pergi kepada Nabi yang sedang bersama beberapa orang. Aku membisikannya (tentang ucapan orang Anshar itu). Beliau marah dan wajahnya memerah, kemudian beliau berkata, ' Rahmat Allah kepada Musa. Musa disakiti lebih dari ini, dan dia sabar!'". (HR.Bukhari & Muslim)

Perhatikanlah Ibnu Mas'ud yang membisiki Rasulullah s.a.w sedangkan beliau sedang bersama orang banyak. Fatimah binti Rasulullah s.a.w pernah mendatangi Rasulullah dan membisikinya ketika beliau sedang bersama istri-istrinya. Dari Aisyah r.a , "Kami, istri-istri Rasulullah sedang bersamanya dan tidak seorangpun dari kami yang meninggalkan beliau. Kemudian beliau Fatimah r.a datang dengan berjalan kaki. Demi Allah, caranya berjalan mirip sekali dengan cara berjalan Rasulullah. Ketika Rasulullah melihatnya, beliau menyambutnya dengan mengatakan, 'Selamat datang, putriku.' Kemudian beliau mempersilahkan Fatimah duduk disisi kanannya (atau di sisi kirinya). Beliau membisiki sesuatu kepadanya, dan dia menangis sejadi-jadinya. Ketika beliau melihatnya begitu sedih, beliau membisikinya lagi, dan tiba-tiba dia tertawa. Kemudian aku bertanya kepadanya (aku adalah salah satu dari istri-istri beliau), 'Rasulullah mengkhususkanmu daripada kami dengan suatu rahasia, kemudian engkau menangis.' Ketika Rasulullah berdiri, aku bertanya tentang apa yang telah dibisikkan kepadanya. Dia (Fatimah) berkata, 'Aku tidak akan mengatakan rahasia Rasulullah.' Ketika Rasululah meninggal dunia, aku (Aisyah) berkata kepadanya, 'Aku sudah berniat sejak dulu untuk bertanya kepadamu tentang kebenaran yang harus engkau jelaskan kepadaku.' Dia berkata, 'Sekarang boleh' Dia memberitahukan aku dengan berkata, 'Pada bisikan pertama, beliau mengatakan bahwa Jibril biasanya memaparkan Al-Qur'an kepadanya setahun sekali. 'Tapi pada tahun ini, Jibril memaparkannya kepadaku dua kali. Ini pertanda ajalku sudah dekat. Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya aku adalah orang yang terdahulu yang terbaik bagimu,' kata beliau. Mendengar bisikannya itu, maka aku menangis, Sebagaimana yang engkau lihat.' Ketika beliau melihat kesedihanku, maka beliau membisikkan lagi dengan berkata, 'Wahai Fatimah, apakah engkau tidak rela menjadi pemimpin para wanita mukmin? Atau menjadi pemimpin para umat ini?'". (HR.Bukhari & Muslim)

Suatu hal yang aneh dan mengherankan melihat para lelaki dan wanita yang berbisik tentang sesuatu yang tidak perlu disampaikan secara berbisik. Dan berbisik itu dilakukan di hadapan orang ketiga yang tidak di ikutsertakan. Tentu sikap seperti ini akan menyakitkan hati, menyedihkan hati dan membuat perasaan benci. Ini menunjukan kebodohan akan ajaran agama dan kebodohan akan perbuatan yang menyakitkan manusia.
























Referensi : Fikih Akhlak | Syeikh Musthafa al-'Adawy
Sumber Gambar Asli : magdeleine.co
hidup tanpa ihsan




Jika HIDUP tanpa IHSAN dibiarkan....



Masyarakat kita saat ini sedang mengalami "gegar akhlak", hampir di semua bidang kehidupan. Banyak bukti tentang hal ini. Dikalangan pejabat negara, rusaknya moral ditandai dengan maraknya korupsi.
Sementara itu, di kalangan masyarakat, rusaknya akhlak ditandai dengan meningkatnya tindak kejahatan seperti penipuan, perampokan, perkosaan, pembunuhan, dan konflik atas nama ras, suku, budaya, dan agama. "Gegar Akhlak" juga terjadi dikalangan pelajar dan remaja. Ini bisa dilihat dari maraknya seks bebas, penyalahgunaan narkoba, peredaran foto dan video porno, serta tawuran antarsekolah.

Ihsan mengatasi "gegar akhlak" di masyarakat, tidak ada cara lain kecuali membumikan sikap ihsan dalam kehidupan sehari-hari. Ihsan sangat berkaitan dengan penghayatan seseorang terhadap iman dan islam. Indikator nya adalah merasakan 'kehadiran Allah' dalam setiap aktivitas, sedangkan buktinya adalah keluhuran budi dalam kehidupan sehari-hari. KH. Zainuddin MZ (Alm) dalam salah satu ceramahnya mengatakan, "Jika Ihsan sudah menghujam ke dalam sanubari seseorang maka tidak mungkin ia berani berbuat maksiat dimanapun dan kapanpun".























Referensi : Dicintai Allah Dirindukan Rasullullah | Amirulloh Syarbini & Sumantri Jamhari
Sumber Gambar Asli : magdeleine.co
prinsip dasar keberhasilan dalam bergaul dengan kaum mukmin







Prinsip Dasar Keberhasilan dalam Bergaul dengan Kaum Mukmin


1. Pengawasan Allah dan Berbuat untuk Menggapai Ridha-Nya

Salah satu faktor kesuksesan yang terpenting dalam bergaul dengan masyarakat adalah mendasari setiap perbuatan dan sikap terhadap mereka dengan tujuan menggapai ridha Allah dan pahala-Nya. Jika anda memberi, maka berilah hanya karena Allah, dan jika anda melarang, maka melarang karena Allah. Jika anda mencintai, mencintailah hanya karena Allah, dan jika anda membenci, maka bencilah karena Allah. Dan begitu seterusnya.

Untuk itu terdapat dalil-dalil Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasullullah yang berbicara tentang itu semua. Apalagi itu semua merupakan aturan yang sudah sangat diketahui secara pasti dikalangan kaum muslimin.

2. Sesungguhnya Orang-orang Mukmin itu bersaudara

Firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat [49]:10)
Prinsip inilah yang harus terpatri di hati kaum muslim ketika berhadapan dengan orang-orang mukmin. Dia harus meyakini bahwa semua orang beriman adalah saudara baginya. Yang Demikian itu akan mengantarkannya ke gerbang kesuksesan. Berbagai nash Al-Qur'an dan hadits-hadits Rasulullah banyak yang berbicara soal itu, yaitu prinsip persaudaraan antar orang-orang beriman.

Allah berfirman,"Maka menjinakkan antara hati kalian, lalu karena nikmat Allah,kalian menjadi saudara." (QS. Ali Imran[3]:103)

"Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian tidak suka." (QS. Al-Hujurat[49]:12)


"Barangsiapa mendapat maaf dari saudaranya, hendaknya (yang memaafkan) mengiringi (maafnya) dengan cara yang baik dan hendaknya (yang diberi maaf) membayar (denda) kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik." (QS. Al-Baqarah[2]:178)


Dan banyak lagi hadits-hadits Rasulullah dan ayat-ayat Al-Qur'an yang berbicara tentang prinsip persaudaraan ini. Semoga Allah memberikan taufik dan pertolongan kepada kita.

3. Mengkaji Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Lebih Dalam

Tak dapat disangkal bahwa perkataan yang terbaik adalah perkataan Allah. "Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik." (QS. Az-Zumar[39]:23)
Kitab suci Allah adalah ucapan yang paling benar, "Siapakah yang paling benar ucapannya daripada Allah?" (QS. An-Nisa[4]:122)

Perbanyaklah upaya memahami Al-Qur'an dan Sunnah, karena seluruh isinya adalah kebaikan. Dengan keduanya, anda akan mendapatkan cahaya yang menerangi jalan dan tingkah laku anda. Berapa banyak hadits yang menjadi solusi bagi masalah yang dihadapi oleh kaum muslimin! Berapa banyak ayat yang mencegah bahaya besar dari anda, bahkan dari kaum muslimin! Berapa banyak hadits yang jika anda jadikan pegangan hidup, dia akan menyebabkan cinta Sang Pencipta dan cinta manusia.

4. Memohon Petunjuk kepada Allah 

Orang yang mendapat petunjuk adalah orang yang diberi petunjuk oleh Allah. Orang-orang yang beriman berkata,"Segala puji bagi Allah yang menunjukan kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk jika Allah tidak memberikan petunjuk kepada kami." (QS. Al-A'raf[7]:43)

Allah berfirman, "Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dia mendapat petunjuk; barangsiapa disesatkan, maka engkau tidak akan mendapatkan seorang pelindung yang membimbing baginya." (QS.Al-Kahfi[18]:17)

Allah berfirman, "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan akhirat." (QS.Ibrahim[14:27)
Firman Allah, "Dan jika Kami tidak memperkuat hatimu, niscaya engkau hampir condong sedikit kepada mereka." (QS.Al-Isra[17]:74)

Maka dari itu, wahai hamba Allah, memohonlah agar Allah memberi petunjuk kebaikan kepadamu dalam bergaul dengan kaum mukminin, dan agar manusia mencintaimu. Mohonlah kepada Allah agar Dia memperbaiki budi pekertimu, menunjukan kebenaran dan melimpahkan kecerdasan.

Berapa banyak ucapan yang terlontar darimu yang Allah jadikan sebagai pendamai di antara kaum muslimin. Berapa banyak kata yang terucap yang menyebabkan terputusnya persaudaraan dan rusaknya hubungan saudara. Berhati-hatilah dan mohonlah akan petunjuk dan hidayah!






















Referensi : Fikih Akhlak | Syeikh Musthafa al- 'Adawy
Sumber Gambar Asli : magdeleine.co
paku demi paku




Paku Demi Paku


Ada seorang anak yang agak rewel. Sang ayah memberinya sekantung paku seraya berkata kepadanya, "Palu paku ini ke tembok taman setiap kali engkau emosi dan amat marah. Pada hari pertama, si anak memalu 37 paku. Pada pekan berikutnya, si anak belajar bagaimana mengontrol diri. Jumlah paku yang dipalu setiap hari berkurang. Dari sana, si anak dapat belajar dengan mudah cara mengontrol diri; lebih mudah daripada memalu paku ke tembok.

Akhirnya, tibalah hari yang di dalamnya si anak tidak memaku satupun paku di tembok taman. Pada saat itu, ia langsung memberi tahu ayahnya bahwa ia tak lagi perlu memalu paku. Namun, si ayah berujar, "Sekarang, copot satu paku pada setiap hari yang kau lewati tanpa marah." Beberapa hari berlalu. Akhirnya si anak memberi tahu ayahnya bahwa ia telah berhasil mencopot semua paku yang terdapat di tembok.

Kemudian, si ayah membawa anaknya ke tembok tadi. Ia berkata kepadanya, "Wahai anakku, engkau telah melakukan dengan baik. Akan tetapi, lihat lubang-lubang yang kau tinggalkan di tembok. Tembok itu tidak akan kembali seperti semula. Ketika terjadi konflik atau perselisihan antara dirimu dan orang lain lalu engkau mengeluarkan kata-kata buruk di saat marah, sebenarnya engkau telah meninggalkan luka di hati mereka sama seperti lubang yang kau lihat ini."


















Referensi : Laa Taghdhab JANGAN MARAH | Dr. Aidh al-Qarni
Sumber Gambar Asli : magdeleine.co
inspirasi hati




Inspirasi Hati

Hidup itu bukan apa yang kau dapatkan, tetapi apa yang telah kau perbuat. Hidup itu bukan apa yang kau cari, tetapi yang telah kau syukuri

Itulah kekayaan hidup sesungguhnya.

Bila kau sudah bisa mendahulukan kebutuhan dan kepentingan orang lain, maka jangan lagi kau takut dan mengkhawatirkan hidupmu, karena kau sudah menemukan kekayaan hidup. Tinggal bagaimana kau mensyu,uri hidupmu.

Orang yang telah berbuat dan mendahulukan kepentingan orang lain adalah orang yang percaya dan yakin bahwa hidupnya dijamin Rabbnya, sehingga ia lebih takut kehilangan Rabb-nya daripada sekadar kehilangan waktu dan harta, tahta dan strata nya.

Orang yang miskin bukan karena tidak punya harta dan tahta. Orang yang miskin adalah orang yang mencari sesuatu selain Allah dan tidak pernah puas dengan apa-apa yang telah Allah berikan kepadanya. Selama kau berniat dan berpikir bagaimana caranya agar dirimu lebih bermanfaat bagi orang lain, maka semua pintu rahmat akan terbuka. Dan bila kau berniat dan berpikir bagaimana caranya untuk memanfaatkan orang lain bagimu, maka semua pintu rahmat akan tertutup. Itu aja :D







Ingatlah.!
Semua manusia di dunia, tak terkecuali, bertindak sebagai rahmatan lil alamin. Pemberi rahmat bagi seluruh alam. Jika kita bertindak selalu mempertimbangkan kebaikan bagi sesama bagi makhluk lain (hewan, tumbuhan) dan alam, niscaya Allah pun akan menebarkan rahmat-Nya bagi kita. Alhasil pikiran, hati, dan perilaku kita selalu lurus sehingga kebahagiaan lahir dan batin bisa teraih.

















Referensi : Dikutip dari Ide kecil Untuk Bahagia Kumpulan Nasehat Penuh Makna | @nurul_cm


Sumber Gambar Asli : magdeleine.co



ikhlas dan mengikuti sunnah





Ikhlas dan Mengikuti Sunnah sebagai Dua Syarat Diterimanya Amal

Allah SWT berfirman:

"Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun." (QS.Al-Mulk[67]:2)

Al-Fadhil bin 'Iyadh mengatakan bahwa (yang dimaksud yang lebih baik amalnya) adalah yang paling ikhlas dan paling benar, lalu orang-orang bertanya kepadanya: wahai Abu 'Ali, apa yang dimaksud dengan yang paling ikhlas dan paling benar?, lalu dia menjawab: sesungguhnya sebuah amal apabila dilakukan secara ikhlas namun tata caranya tidak benar, tidak akan diterima. Begitu pula apabila dilakukan dengan benar, akan tetapi tanpa keikhlasan, juga tidak akan diterima. Suatu amal akan diterima jika amal tersebut dilakukan dengan ikhlas dan dengan cara yang benar. Ikhlas berarti melakukan nya hanya karena Allah, dan benar berarti dikerjakan sesuai dengan sunnah (anjuran/tata cara).





















Referensi : Zuhud & Kelembutan hati | Dr. Ahmad Farid


Sumber Gambar Asli : magdeleine.co
kelembutanhati.com







Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

Di tingkat pertama,
Sombong disebabkan oleh faktor materi. Kita merasa lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.

Di tingkat kedua,
Sombong disebabkan oleh faktor kecerdasan. Kita merasa lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan dengan orang lain.

Di tingkat ketiga,
Sombong disebabkan oleh faktor kebaikan. Kita sering menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus dibandingkan dengan orang lain.

Yang menarik,
Semakin tinggi tingkat kesombongan
Semakin sulit pula kita mendeteksinya.

Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.

Cobalah setiap hari, kita memeriksa batin kita dan pikiran kita, Kita ini manusia hanya seperti debu, yang suatu saat akan hilang dan lenyap, meninggal (mati).

Kesombongan hanya akan membawa kita pada kejatuhan yang dalam. Mari berlatih untuk menghindari segala bentuk kesombongan.























Referensi : inspirasihidup123.blogspot.com
Sumber Gambar Asli : raumrot.com
kelembutanhati.com






Menguap Dan Bersin Menurut Islam



Menguap dan Bersin merupakan "kegiatan rutin" yang biasa kita lakukan. Menguap biasanya karena mengantuk atau capek. Bersin umumnya karena terserang flu atau ada bibit penyakit masuk hidung.



Bagaimana Menguap dan Bersin Menurut Islam?
Berikut ini beberapa hadits Nabi Muhammad Saw tentang menguap dan bersin. Risalah Islam memang agama sempurna. Soal "kecil" ini pun menjadi perhatian sehingga kaum Muslim bisa menjalani hidupnya dengan benar dan diridhai Allah Swt.



MENGUAP

"Menguap adalah dari setan. Karena itu, apabila salah seorang dari kalian menguap, tutuplah serapat mungkin karena ketika salah seorang dari kalian berkata 'huah' (pada saat menguap), setan akan menertawakannya." (HR. Bukhari).

"Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Jika seseorang bersin dan mengucapkan alhamdulillah, maka bagi semua muslim yang mendengar hendaknya mengucapkan tasymit (ucapan yarhamukallah). Adapun menguap berasal dari syaitan. Oleh karena itu hendaklah dilawan semampunya dan jika ia katakan, 'aah', maka syaitan pun tertawa." (HR. Bukhari)
Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri r.a, ia berkata, 
"Rasulullah saw. pernah bersabda, 'Jika salah seorang dari kalian menguap, maka hendaklah ia menahan mulutnya dengan tangannya, sebab syaitan akan masuk." (HR Muslim).


Etika Menguap
Dalam Ensiklopedi Adab Islam terbitan Pustaka Imam Asy-Syafi'i disebutkan, berdasarkan hadits-hadits di atas, maka etika atau adab seorang Muslim dalam menguap adalah sebagai berikut:

1. Meletakkan tangan di mulut agar mulut tidak terbuka. Saat manusia menguap dengan mulut terbuka itu, ia terlihat buruk dan saat itu juga setan sedang menertawakannya.

2. Tidak mengeluarkan suara "aaah"atau "huwaaah". yang akan menimbulkan tertawaan setan.

3. Tidak mengangkat suara.Terkadang sebagaian orang jahil mengangkat suaranya ketika meng uap dengan maksud ingin membuat sekelilingnya tertawa. Tentunya setan juga menertawakannya.



BERSIN
"Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Karenanya apabila salah seorang dari kalian bersin lalu dia memuji Allah, maka kewajiban atas setiap muslim yang mendengarnya untuk mentasymitnya (mengucapkan yarhamukallah). Adapun menguap, maka dia tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahan menguap semampunya. Jika dia sampai mengucapkan 'haaah', maka setan akan menertawainya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari Abu Hurairah r.a, dari Nabi saw, beliau bersabda, 
"Apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, "alhamdulillah" sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, "yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata "yarhamukallah" maka hendaknya dia berkata, "yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu)."" (HR. Bukhari dan Muslim).
"Bila salah seorang dari kalian bersin lalu memuji Allah maka tasymitlah dia. Tapi bila dia tidak memuji Allah, maka jangan kamu tasymit dia." (HR. Muslim). 
Tasymit adalah mengucapkan "yarhamukallah".

"Apabila Nabi saw bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya." (HR. Abu Daud dan Tirmizi).*

Postingan Instagram

Wajib Baca.!

Jangan Sombong Dalam Keadaan Apapun

Sombong  adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari. Di tingkat pertama , S...